Berikut versi liriknya dengan setiap baris terdiri dari 4 kata saja, tetap mempertahankan makna dan emosinya:
(Verse 1)
Banyak bilang, “Kamu nggak bisa,”
Aku justru senang dengarnya.
Mereka lihat aku jatuh,
Tak tahu aku bangkit.
Setiap luka jadi pelajaran,
Benih keberhasilan yang tersembunyi.
Proses ini seperti sungai,
Semakin deras, semakin kuat.
Mereka belum tahu awalnya,
Ini baru permulaan saja.
Aku akan terus buktikan,
Meski berdarah, tetap melangkah.
(Pre-Chorus)
Kadang aku lelah jatuh,
Tapi aku tetap bangkit.
Setiap darah jadi pelajaran,
Bahan bakar aku berlari.
(Chorus)
Meski berdarah, tak tumbang,
Dibilang lemah, makin tangguh.
Jatuh berkali-kali bukan gagal,
Tapi makin dekat kemenangan.
Meski berdarah, tak mundur,
Setiap luka jadi bukti.
Tertawalah, aku tetap maju,
Hanya yang berani menang.
(Verse 2)
Aku bukan banyak bicara,
Tapi lihat tindakanku langsung.
Bukan kata-kata manis,
Tapi langkah yang nyata.
Proses seperti tanam pohon,
Butuh waktu dan akar.
Mereka bilang aku gila,
Tapi gila bawa perubahan.
(Pre-Chorus)
Kadang aku lelah jatuh,
Tapi aku tetap bangkit.
Setiap darah jadi pelajaran,
Bahan bakar aku berlari.
(Chorus)
Meski berdarah, tak tumbang,
Dibilang lemah, makin tangguh.
Jatuh berkali-kali bukan gagal,
Tapi makin dekat kemenangan.
Meski berdarah, tak mundur,
Setiap luka jadi bukti.
Tertawalah, aku tetap maju,
Hanya yang berani menang.
(Bridge - Sarkas Halus)
Katanya aku tak bisa,
Tapi aku tetap melangkah.
Mereka pikir ini untung,
Padahal ini kerja keras.
(Final Chorus)
Meski berdarah, tak tumbang,
Dibilang lemah, makin tangguh.
Jatuh berkali-kali bukan gagal,
Tapi makin dekat kemenangan.
Meski berdarah, tak mundur,
Setiap luka jadi bukti.
Tertawalah, aku tetap maju,
Hanya yang berani menang.
Ingin versi ini disesuaikan untuk beat tertentu atau alunan lagu?